Dua minggu lepas aku tak ada aktiviti skydive (yang mana setiap minggu aku memang datang berkampung kat Segamat, Johor untuk habiskan level freefall skydiving yang ada 9 level, dan seterusnya training untuk competition yang bakal berlangsung Mei dan September nanti) dan juga tak ada aktiviti panjat gunung (yang mana aku sangat merindui deruan air terjun dan panorama indah berdiri di atas puncak gunung dan mencium bau kabus pagi.
Jadi... setelah lebih setahun aku, Kak Shai dan Kak Liza membincangkan projek trio yang manuskripnya dah pun siap dan ada di tangan editor sekarang ni, tengah tunggu proses editing (yang entah bila akan bermula), kami pun berkumpul semula dengan tujuan untuk membincangkan cara terbaik untuk mempromosikan trio tu 'ikut cara kami'. Tapi sebab edit pun belum, kitorang diskas pasal second trio yang sedang dalam pembikinan setelah dua hari kami melontarkan idea 'ikut cara kami'.
Dan....
Aku baru bukak blog Kak Shai tadi dan terbaca post pasal sleepover kitorang hari tu. And sebab aku malas nak tulis dan recap semua benda balik, aku pun 'meminjam' tulisan Kak Shai untuk tatapan pembaca blog ni... Hail to Shai! :D
Berikut adalah cara-cara kami bertiga membincangkan projek seterusnya 'IKUT CARA KAMI'.
"Macam mana dengan atuk dan nenek?"
"Mungkin ada tapi dah tua."
"No, I think we should just buang altogether. Akak tak nak nanti ada orang akan tanya what about their grandparents? We want them to be totally off."
"Maybe your character should know them."
"But then we have to write their stories. I don't want them ada watak penting. Kita tak banyak pages untuk muatkan semuanya."(*sambil melingkar atas sofa, degan kertas dan pen, dan muffin yang dah tinggal bekas atas lantai*)
Dan...
"Macam mana dia interact?"
"Mungkin something happened kat tempat kerja."
"Mungkin ada sth yang akan relate kan them both. Like a memory."
"Tapi karakter kau dengan aku punya karakter tak ada link whatsoever except for that one part kan?"
"Tapi kalau akak punya karakter dengan kita punya jumpa, mungkin ada someone yang jumpakan diorang?"
(*sambil makan maggi goreng*)
Dan...
"Let's use first name basis."
"No, kalau nama dia macam ni, maksudnya karakter I punya nama pun kena ada something like that."
"It must have a name yang biasa. Nama yang normal pada tahun 80-an, something yang seorang mak akan rasa 'cool betul nama anak aku ni' tapi sebenarnya sangat corny."
"Dengan weird spelling."
"Bapak dia mesti nama yang bunyiknya macam sangat macho dan sangat tak guna dalam masa yg sama."
"Macam *toot*?"
"Hahahahahaha.... itu just 'tak guna'. Tak macho pun."
(*Sambil teguk air coklat)
.Yes.
.That.
.Is.
.OUR.
.WAY.

